Cerita Inspiratif..

Seorang Ibu berasal dari Palu, dari pagi telah melakukan perjalanan jarak jauh melintasi benua dan negara, hingga akhirnya bertemu dan memberikan setitik info yang sangat berharga untuk diketahui.Penasaran dengan bahasa Arab yang dimilikinya. “Berapa lama diberikan kursus bahasa Arab oleh perusahaan pengiriman ibu?’.Banyak yang belajar dasar-dasarnya tapi kok agak susah masih “nangkapnya”, mencoba membandingkan proses pembelajarannya. “Ibu belajar bahasa Arab dimana?

Nggak ada belajar. Kami nggak ada kursus sebelum kami dikirim ke Dubai” “Hahhhh??! Jadi bagaimana caranya berkomunikasi?” seperti kena setrum rasanya. Bagaimana nggak kaget, jika faktor bahasa adalah hal yang paling utama harus dipersiapkan, agar ditempat tujuan dapat memahami dan mengerti apa yang harus dilakukan.

Dengan tidak adanya bahasa Arab yang dimilikinya, dan seumur hidup tak pernah tahu bahasa Arab, Karena pekerjaan seorang pembantu, tentu akan banyak instruksi atau perintah yang akan diterima dari majikan.Bagaimana jika majikan menginginkan, misalnya cabenya hanya dipotong-potong, ternyata kita blender. Atau majikan minta dibuatkan secangkir susu tanpa gula, tapi ternyata kita menambahkannya gula. Ruwet kan?!Beruntung bila yang ditempati adalah majikan yang berbudipekerti ( sebagai sarana untuk belajar dan berlatih)

Pada awalnya saya hanya diam saja, bila mereka bicara dan memberikan perintah, Saya hanya memperhatikan, mendengarkan apa yang diucapkan dan apa yang dilakukannya”. Setelah tiga-empat bulan, alhamdulillah saya pun dapat berkomunikasi dengan lancar dengan mereka.”